Pernahkah kalian membayangkan ribuan anak kecil mengenakan pakaian ihram putih bersih, berlari-lari kecil di antara replika Kakbah sambil melantunkan kalimat Talbiyah? Pemandangan menyejukkan hati ini akan segera hadir! Pada hari Senin, 12 Januari 2026, Kepala KUA beserta jajarannya telah menggelar rapat pemantapan untuk menyambut agenda besar: Simulasi Manasik Haji Anak Usia Dini.
Kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada 15 Januari 2026 ini ditujukan khusus bagi siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK). Meski pesertanya adalah anak-anak, persiapan yang dilakukan tidak main-main. Di bawah arahan Bapak Budiman, tim pemandu telah menyusun skenario perjalanan haji yang edukatif dan terorganisir di setiap posnya.
Alur Perjalanan Haji Cilik
Untuk memberikan pengalaman yang nyata bagi para peserta, panitia telah membagi simulasi ke dalam beberapa pos strategis:
Pos 1 (Hotel) : Bapak Budiman akan mengawali perjalanan dengan membimbing niat umroh para santri kecil.
Pos 2 & 3 (Arofah & Muzdalifah): Di Arofah, Bapak Budiman kembali menjelaskan makna wukuf. Perjalanan berlanjut ke Muzdalifah dengan panduan dari seluruh petugas untuk mengenalkan suasana mabit (bermalam).
Pos 4 (Mina): Di sini, koordinasi dibagi menjadi tiga bagian. Bapak Agus dan Faiz mengatur pemberangkatan ke Jamarat, Bapak Ali Solehan memandu prosesi Tahallul, dan Ibu Yasaroh bersiaga di titik pendukung.
Pos 5 (Jamarat): Prosesi melontar jumroh dibagi menjadi tiga titik. Bapak Rizqi N. memandu Jumroh Ula, Bunda Yanda di pos berikutnya, dan Bapak Anwarudin memimpin puncak melontar Jumroh Aqobah.
Pos 6 (Thawaf & Zamzam): Bapak Achmad Ubaidillah dan Ibu Nuryati akan membimbing anak-anak mengelilingi Kakbah, menjelaskan tata cara salat sunnah di Hijir Ismail, hingga adab meminum air zam-zam.
Pos 7 (Sa’i): Sebagai penutup, Bapak Faiz, Ahmad Agus, dan Ibu Mir’atul akan memandu lari-lari kecil antara Shofa dan Marwah beserta doa-doanya.
Mengapa Ini Penting?
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai religiusitas sudah tertanam sejak bangku sekolah dasar. Simulasi ini bukan sekadar bermain peran, melainkan cara efektif mengenalkan rukun Islam kelima dengan metode yang menyenangkan.
