Hadiah Terindah di Tengah Kesedihan
Pernahkah kalian merasa sangat sedih, lalu tiba-tiba mendapatkan hadiah luar biasa yang menghapus semua duka itu? Itulah yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, sebuah "perjalanan cinta" yang diberikan Allah saat Rasulullah sedang berduka karena wafatnya istri tercinta. Pada Kamis, 15 Januari 2026, semangat inilah yang dibawa oleh PAI Somagede dan Majelis Taklim Al Mawaddah dalam peringatan PHBI di Masjid Al Amanah, Desa Kanding.
Pesan Penting dari Kepala KUA Somagede
Dalam sambutannya, Kepala KUA Somagede mengingatkan seluruh jemaah bahwa oleh-oleh paling berharga dari perjalanan Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Beliau menekankan bahwa shalat adalah cara utama bagi setiap muslim untuk berkomunikasi langsung dengan Allah. Dengan menjaga shalat, kita tidak hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga menjaga benteng diri dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari.
Keajaiban Panen dan Peringatan bagi Kita
Suasana semakin khidmat saat narasumber K. Amanto Afifudin menceritakan pengalaman ajaib Nabi selama perjalanan tersebut, salah satunya adalah pemandangan orang yang memanen padi. Uniknya, setiap kali padi tersebut dipanen, ia langsung tumbuh kembali dengan subur—sebuah simbol bagi orang yang gemar bersedekah. Namun, Nabi juga diperlihatkan gambaran mengerikan tentang seseorang yang menderita penyakit kulit dan mencakar dirinya sendiri sebagai peringatan bagi manusia untuk selalu menjaga perbuatan.
Menjemput Berkah di Bulan Sya'ban
Selain kisah Isra Mi’raj, K. Amanto juga mengingatkan jamaah mengenai keutamaan bulan Sya'ban yang sebentar lagi tiba, khususnya malam Nisfu Sya'ban. Beliau menjelaskan bahwa pada waktu tersebut, doa setiap muslim sangat mustajabah atau mudah dikabulkan oleh Allah, kecuali bagi mereka yang berbuat syirik. Hal ini menjadi pengingat bagi anggota Majelis Al Mawaddah—yang rutin mengaji setiap hari Kamis—untuk terus membersihkan hati dan meningkatkan amal shalih.
Kesimpulan: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Kegiatan rutin binaan KUA Somagede ini bukan sekadar perkumpulan biasa, melainkan sarana untuk memperdalam ilmu agama. Melalui uraian hikmah Isra Mi’raj, para jamaah diharapkan mampu mengambil pelajaran hidup untuk terus berbuat baik kepada sesama dan konsisten menjalankan ibadah. Semoga cerita-cerita yang disaksikan Nabi menjadi motivasi bagi kita semua untuk mengejar "panen" kebaikan di akhirat kelak.
Yuk, Mulai Perbaiki Shalat Kita! Setelah membaca kisah di atas, apa satu hal baik yang ingin kamu lakukan hari ini? Mari kita mulai dengan menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya. Bagikan artikel ini kepada teman atau keluargamu agar mereka juga mendapatkan keberkahan dari hikmah Isra Mi'raj ini!
